Tuesday, March 3, 2009

KL Tower International Forest Towerthon Challenge 2009

What : KL Tower International Forest Towerthon Challenge
When : 1st March 2009
Where : KL Tower
Time : 8.00am / 8.15am / 8.30am / etc...
Distance : 1km Run / 2055 Step to Climb

Cash : Top 5 sahaja

Men Open : finisher medals
13'48 - Nicholas Merica (2nd) RM2000
15'44 - Ong Wei Xiang (13th)
16'24 - Murali Nathan (19th)
16'27 - Jayakumar (20th)
16'36 - Jasni Khairil (22th)
16'48 - Fillery Jimbat Sang (23rd)
17'07 - Lim Kar Sing (29th)
17'17 - Ronnie See, Pm1 (31st)
17'30 - Khoo Yit Kiat, Pm28 (36th)
17'44 - Lee Soon Yong (44th)
17'44 - Wong
18'11 - Khairul Faiz (50th)
18'22 - Chan
18'27 - Chin Teck Sin
18'42 - Stanley Cheong, Pm53
19.14 - Omar
19.35 - Yong Han
19.36 - Zulazlan, Pm43
19.44 - Nazib Ngainin, Pm14
----------------------------------
20.17 - Frank Chong, Sun Pm6
20.21 - Lionel Lee
20.26 - Naresh Kumar, Pm37
20.30 - Chen Keat Hoong, Pm8
20.44 - Ahmad Farid Ellias
20.47 - Hasrul Sham, Pm34
21.20 - Meyyappa Manickam, Pm58
21.25 - Kenny Tan, Pm27
21.31 - Suresh, Pm47
21.36 - Lee Weng Kong, Pm35
21.42 - Andrew Chan
21.52 - Gunaselan Rajagopal, Pm39
22.00 - Kamarul Faizal Tajaruddin
23.13 - Wong Kei Ming, Pm55
23'15 - Joa
23'53 - Sharafi
24.06 - Victor Loh
---------------------------------
25.34 - Ghejanthran
28.15 - Lai Fong Sang, Pm38

29.02 - Kevin Chow, Pm32
35.17 - Khairul
00.00 - Teoh Chun Ming, Pm17

Men Jr. Veteran : finisher medal
18.27 - Vincent Wong, Pm10 (13th)
18'33 - Alam Shah (
19.06 - Tay Poh Chye (17th)
20.31 - Daniel Tan (25th)
22.08 - Lee Yee Sum (42nd)
26.32 - Choi Chik Choi, Pm42
28.30 - Cheang Meng Wai, Pm6
00.00 - Kelvin Ng, Pm2

Women Open : finisher medals
17'49 - Michele Tan Bee Kiang (2nd) RM2000
19'12 - Jessica Tang Mei Lee (4th) RM800
19'41 - Lau Pui San (5th) RM700

Women Veteran : finisher medals
22'00 - Tan Shih Ming

Girls Junior : finisher medals
34'00 - Fatin Najihah Tajaruddin (19th)

Monday, March 2, 2009

KL City Day Run

What : Kuala Lumpur City Day Run
When : 22nd February 2009
Where : Dataran Merdeka, Kuala Lumpur
Time : 7.30am
Distance : 10.91km Choi GPS / 10.85km YS Lee / 10.88km Jamie

Cash : Top 5 sahaja

Men Open : 300 medals
40'xx - Casey Lim Khon Seng (10th)
41'39 - Jasni Khairil (11th)
45'39 - Naresh Kumar, Pm37 (25th)
46'34 - Ronnie See, Pm1 (30th)
47'48 - Thurai Sarasaidy (37th)
47'49 - Chen Keat Hoong, Pm8 (38th)
48'42 - Stanley Cheong, Pm53 (50th)
48'57 - Meyyappa Manickam, Pm58 (51st)
49'01 - Justin Lee Unn Fit, Pm19 (52nd)

----------------------------------
50'19 - Gunaselan Rajagopal, Pm39 (61st)
50'47 - Kenny Tan, Pm27 (72nd)
51'32 - Lee Weng Kong, Pm35 (101st)
54'25 - Nazib Ngainin, Pm14 (133rd)
54'28 - Lee Yee Sum (137th)
55'06 - Suresh, Pm47 (139th)
54'55 - Gaby Chau (144th)
54'59 - Hasrul Sham, Pm34 (145th)

----------------------------------
56'25 - Teoh Chun Ming, Pm17 (160th)
55'49 - Suresh Kumar (163rd)

55'59 - Wong Kei Ming, Pm55 (166th)
56'08 - Abu Soffian, Pm44 (168th)
55'50 - Jamie Pang, Pm5 (189th)
57'40 - Khairul (200th)

57'44 - Ghejanthran (202nd)
58'50 - Andrew Chan (216th)

58'53 - Azri (224th)
60'30 - Lai Fong Sang, Pm38 (268th)

* This is der problem when u dont press ur watch time together wit der gun start, so now u see all der timing & position kelam kabut. So der result arrange will base on position, not timing.

Men Veteran : 150 medals
46'36 - Daniel Tan (7th)
48'01 - Vincent Wong, Pm10 (11th)
----------------------------------

50'01 - Tay Poh Chye (20th)
55'07 - Choi Chik Choy, Pm42 (49th)
----------------------------------

56'27 - Loke Shu Sun (59th)
57'07 - Adam Kok, Pm29 (74th)

----------------------------------
61'56 - Kelvin Ng, Pm2 (104th)
77'19 - Cheang Meng Wai, Pm6

Women Open : 100 medals
45'30 - Michele Tan (2nd)
00'00 - Jessica Tang (4th)
52'53 - Lynn Guan (5th)

00'00 - Tan Chin Chin (10th)
77'22 - Chek Yin Huay (63rd)

Sunday, March 1, 2009

Merentas Desa Terbuka Milo/ Power/ MSSKL/ POAWPKL Yang Ke 24


What : Merentas Desa Terbuka Milo/Power/MSSKL/POAWPKL Yang Ke–24
When : 15th February 2009
Where : Tapak A, Lake Garden
Time : 7.40am
Reward : Top 100!

Men Open 8.2km :
39'39 - Richard Habeya, Pm27 (17th)
40'57 - Naresh Kumar, Pm37 (18th)
42'20 - Thurai Sarasaidy (25th)
42'22 - Ronnie See, Pm1 (26th)
43'06 - Stanley Cheong, Pm53 (31st)
46'16 - Gunaselan Rajagopal, Pm39 (42nd)
46'20 - Nazib Ngainin, Pm14 (43rd)
46'xx - Hamidon Mat Aris (54th)
46'28 - Afad, Pm56 (57th)
46'30 - Meyyappa Manickam, Pm58 (58th)
46'46 - Ahmad Farid (60th)
00'00 - Liew Chen Kwok (64th)
50'57 - Wong Kei Ming, Pm55 (82nd)
53'05 - Ghejanthran
00'00 - Teoh Chun Ming, Pm17 (no medal)

Men Veteran 6.2km :
37'59 - Vincent Wong, Pm10 (14th)
00'00 - Chen Keat Hoong, Pm8 (15th)
00'00 - Tay Poh Chye (20th)

43'20 - Suresh, Pm47 (26th)
43'30 - Zulazlan Shah, Pm43 (28th)
43'45 - Kenny Tan, Pm27 (32nd)
00'00 - Hasrul Sham, Pm34 (38th)
55'24 - Kelvin Ng, Pm2 (98th)

Women Open 6.2km :
62'21 - Chek Yin Huay (21st)

Women Veteran 6.2km :
56'22 - Idazumi Othman - 56'22 (7th)

Monday, February 23, 2009

25 Pesanan Luqmanul Hakim

01 - Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.

02 - Orang - orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.

03 - Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.

04 - Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

05 - Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

06 - Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.

07 - Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

08 - Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.

09 - Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

10 - Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11 - Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

12 - Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.

13 - Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14 - Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.

15 - Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.

16 - Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.

17 - Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18 - Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19 - Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

20 - Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

21 - Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

22 - Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia siakan hartamu.

23 - Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

24 - Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.

25 - Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

Di copy dari http://nurjehan.wordpress.com

Friday, February 20, 2009

Panduan Mencari Sahabat Menurut Imam Syafiee R.A.

IMAM Al-Syafie banyak memberi pedoman dalam memilih kawan. Beliau juga mengakui sukar mencari sahabat sejati yang mahu berkongsi suka duka bersama.

Ketika menilai sahabat sejati pada waktu susah, katanya: “Kawan yang tidak dapat dimanfaatkan ketika susah lebih mendekati musuh daripada sebagai kawan.

“Tidak ada yang abadi dan tidak ada kawan yang sejati kecuali yang menolong ketika susah.”
“Sepanjang hidup aku berjuang bersungguh-sungguh mencari sahabat sejati hingga pencarianku melenakanku.

“Kukunjungi seribu negara, namun tidak satu negara pun yang penduduknya berhati manusia.”
Imam Al-Syafie turut meminta kita berhati-hati memilih sahabat kerana sahabat yang baik akan membawa ke arah kebaikan dan begitu sebaliknya.

Katanya: “Jika seseorang tidak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya.

“Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah dengannya bererti istirehat.
“Dalam hati masih ada kesabaran buat kekasih, meskipun memerlukan daya usaha yang keras.

“Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tidak sopan.

“Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya,tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.
“Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat kerana dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai.

“Dia akan memungkiri jalinan cinta yang terbentuk dan akan menampakkan hal yang dulunya menjadi rahsia.”

Seseorang itu juga dapat menundukkan musuhnya dengan menunjukkan rasa persahabatan.
Imam Al-Syafie dalam hal ini berkata: “Ketika aku menjadi pemaaf dan tidak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas daripada bara permusuhan.

“Ketika musuhku berada di hadapanku, aku sentiasa menghormatinya. Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku daripada kejahatan.

“Aku nampakkan keramahan, kesopanan dan rasa persahabatanku kepada orang yang kubenci, seperti aku nampakkan hal itu kepada orang yangkucintai.”

Di copy dari http://muthaqqafazhari.blogspot.com/

Monday, February 16, 2009

Sahabat Sejati

‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’

“Sebaik baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R al-Hakim)

ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.

Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:

“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya.”

Dalam Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.

Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud).

Bak kata pepatah Arab, “Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”

Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:

  • Sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.
  • Sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
  • Sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang dia tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu atau mengkhianati amanahmu. Bila telah di percayai, dia khianati. Bila telah di cintai, dia dustakan.
  • Sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka berpesta, suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan yang melalaikan.
  • Sahabat yang membawamu semakin jauh dari Allah. Seorang yang tidak menambah kebajikanmu di dunia, lebih2 lagi di akhirat. Seorang yang tidak menambah manfaat kehidupanmu di akhirat, bukanlah temanmu yang sebenar.

Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Berkawanlah kerana Allah untuk mencari redha-Nya.

Di copy dari http://nuradilamk.blogspot.com/

Saturday, February 14, 2009

Panduan Memilih Sahabat

1. Orang yang berakal. Saidina Ali bin Abi Talib R.A pernah berkata:

"Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang bodoh.Jauhi
akan dia.Berapa banyak orang yang jahil yang telah membinasakan
orang alim ketika ia bersahabat dengannya."

2. Orang yang baik akhlaknya:

Saidina Alqamah telah menghimpunkan segala akhlak yang baik dalam wasiat kepada anaknya:

Apabila engkau berkhidmat kepadanya maka ia akan memelihara
akan dikau.

Apabila engkau bersahabat dengannya maka akan bertambah nilai
dirimu.

Apabila engkau ditimpa kesusahan ia akan turut sama
menanggung kesusahanmu.

Apabila engkau menolong akan dia nescaya dia akan membalas
kebaikanmu.

Apabila ia melihat kepadamu akan kejahatan nescaya ia akan
menutup ia.

Apabila ia melihat akan kebaikan daripadamu nescaya ia akan menutup
menutup kira akan dia.

Apabila engkau berkata nescaya membenarkan ia akan perkataanmu.

Apabila engkau mengusahakan akan sesuatu perkara nescaya
ia akan menolong dikau.

Apabila engkau bersilisih dengannnya pada sesuatu,nescaya
ia akan melebih dikau.

3. Orang yang soleh:

Janganlah bersahabat dengan orang yang fasik yang
selalu melakukan dosa besar.

4. Jangan bersahabat dengan orang yang tamak dunia:

Jangan sesekali
bersahabat dengan orang sebegini kerana ia umpama racun yang dapat
membunuh kerana tabiatnya yang suka meniru dan mengikuti tabiat orang
lain dan perangai yang baik capat sekali berubah menjadi jahat.

5. Orang yang benar:
Maka janganlah engkau bersahabat dengan orang yang
pendusta.

Di copy dari http://konsesidakwah.blogspot.com/2008/02/panduan-memilih-sahabat.html